Jumat, 19 Juni 2009

PSPB ; PAK SAYA PASTI BISA

NAMA ; NIKEN ANGGIT P.L

NO ; 28

KELAS ; XI IPS 2

HARTABUTA ; 19 JUNI 2009






TUGAS EKONOMI






1. Pengertian CV dan PT

2. Reksadana

3. Pasar Modal

4. Jenis –jenis Balas Jasa

5. Tata cara Ekspor Impor

6. Kamus online Ilmu Ekonomi

7. Kamus ekspor impor

8. Perbankan di Indonesia

a. Struktur Organisasi

b. Jenis Bank

c. Jenis Produk Bank

9. Wirausaha

10. Jenis Penipuan dan Kejahatan lain di Internet



Adapun sebagian pembahasan materi tersebut Sebagai berikut :

PENGERTIAN CV




Persekutuan Komanditer atau yang sering disebut CV menurut Pasal 19 KUHD adalah suatu bentuk perjanjian kerja sama untuk berusaha bersama antara orang-orang yang bersedia memimpin, mengatur perusahaan, serta bertanggung jawab penuh dengan kekayaan pribadinya, dengan orang-orang yang memberikan pinjaman dan tidak bersedia memimpin perusahaan serta bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang diikutsertakan dalam perusahaan itu. Sedangkan menurut Buchari Alma (2006:62) yang dimaksud dengan persekutuan komanditer adalah bentuk persekutuan yang didirikan oleh seseorang atau lebih sekutu yang merupakan pemberi modal dan bertanggung jawab terbatas sebesar modal penyertaannya.
Berdasarkan uraian di atas, penulis menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan persekutuan komanditer atau yang disebut dengan CV adalah suatu bentuk kerja sama yang terdiri dari satu atau beberapa orang (sekutu) yang mempercayakan uang atau barang kepada seseorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin

Belajar Reksadana

Dikutip dari http://www.infovesta.com/



Apa itu Reksadana?

Reksa dana adalah sarana investasi yang sederhana dimana setiap orang dengan tujuan investasi jangka panjang yang sama mengumpulkan dana mereka.

Kemudian mereka menunjuk manajer yang profesional untuk mengelola dana tersebut sesuai dengan tujuan investasinya.

Yaitu : Investasi pada saham-saham dan/atau dalam instrumen-instrumen berpendapatan tetap (fixed income). Kekayaan/aset suatu reksa dana bukan milik manajer investasinya, ia hanya mengelola aset tersebut mewakili para investor. Aset tersebut adalah milik para investor dimana kepemilikannya dinyatakan dalam unit saham reksa dana tersebut.

Mengapa setiap orang dianjurkan untuk memiliki Reksa Dana?

Alasannya sama saja mengapa orang tertarik untuk memulai suatu usaha, yaitu untuk mendapatkan tambahan uang dalam jangka panjang dan untuk ditabung guna persiapan masa yang akan datang.

Alasan lain adalah untuk menghindarkan kita dari masalah-masalah keuangan yang kompleks dengan meyerahkan hal tersebut kepada para pengelola profesional, disisi yang lain kita dapat meraih keuntungan yang menarik setelah dikurangi tingkat inflasi.

Apa saja keuntungan dengan berinvestasi di Reksa Dana?

1. Manajer Profesional

Reksa Dana dikelola oleh manajer investasi yang handal, ia mencari peluang investasi yang paling baik untuk reksa dana tersebut. Pada prinsipnya , manajer investasi bekerja keras untuk meneliti ribuan peluang investasi bagi pemegang saham/unit reksa dana. Sedangkan pilihan investasi itu sendiri dipengaruhi oleh tujuan investasi dari reksa dana tersebut.

2. Likuiditas

Yang dimaksud dengan likuiditas disini adalah kemampuan untuk mengelola uang masuk dan keluar dari reksa dana. Dalam hal ini yang paling sesuai adalah Reksa Dana untuk saham-saham yang telah dicatatkan dibursa dimana transaksi terjadi setiap hari, tidak seperti deposito berjangka atau sertifikat depositio periode tertentu.

3. Diversifikasi

Diversifikasi adalah istilah investasi dimana anda tidak menempatkan seluruh dana anda di dalam suatu satu peluang investasi, dengan maksud membagi resiko. Manajer investasi memilih berbagi macam saham, sehingga kinerja satu saham tidak akan mempengaruhi keseluruhan kinerja reksa dana. Pada umumnya, reksa dana mempunyai kurang lebih 30 sampai 60 jenis saham dari berbagai perusahaan.

Bandingkan situasi diatas jika anda membeli sendiri saham secara langsung, anda mungkin hanya dapat membeli satu jenis saham saja, nilai dari portfolio anda tentunya akan sangat bergantung pada kinerja harga saham tersebut. Jika kinerjanya baik, anda akan mendapatkan keuntungan, tetapi jika harga saham tersebut jatuh, anda akan mendapatkan kerugian yang persentasenya sebesar investasi anda. Diversifikasi memberikan keseimbangan dengan memberikan batasan maksimum atas investasi pada suatu jenis saham.

Contoh keuntungan dari diversifikasi :

Jika anda menginvestasikan Rp 5.000.000 dalam reksa dana tersebut mempunyai beberapa macam saham dan 1% dari asetnya diinvestasikan pada saham perusahaan XYZ. Pada hari berikutnya, pesaing terbesar dari perusahaan XYZ kalah bersaing. Nilai saham dari XYZ mengalami penurunan 25%. Jika anda menginvestasikan seluruh uang anda pada saham XYZ, maka Rp 5.000.000 anda akan turun menjadi Rp 3.750.000. Tetapi dalam reksa dana, dimana saham XYZ hanya sebesar 1% saja, penurunan harga tersebut sedikit saja pengaruhnya.

Bagaimana Kepemilikan dan Harga Saham Reksa Dana?

Kepemilikan reksa dana adalah melalui unit saham. Dimana anda sebagai investor mempunyai sejumlah unit tertentu dari reksa dana, tergantung berapa besar dana yang anda investasikan dalam reksa dana tersebut. Investor akan mendapatkan bagian dari keuntungan atau kerugian reksa dana setiap waktu. Setiap reksa dana mempunyai apa yang disebut harga saham atau lazim disebut Nilai Aktiva Bersih (Net Assets Value) yaitu nilai dari setiap satu unit saham reksa dana. Kebanyakan reksa dana menghitung harga sahamnya setiap hari atau setiap minggu, karena nilai dari saham-saham dalam portfolio reksa dana berubah harganya setiap hari mengikuti pergerakan dari saham-saham dipasar modal dan pasar uang. Harga saham reksa dana dihitung dengan membagi nilai portfolio dalam reksa dana dengan jumlah saham yang beredar dari reksa dana tersebut. Sebagai contoh :

Reksa dana ABC mempunyai total nilai seluruh investasi Rp 2.000.000.000 sedangkan jumlah saham yang beredarnya 500.000 lembar, maka harga saham per unit reksa dana ABC adalah Rp 4.000.

Contoh : Dampak dari perubahan harga saham reksa dana

Pada Bulan Januari, anda menginvestasikan Rp 10 Juta di dalam suatu reksa dana dengan harga perunit Rp 10.000 maka jumlah saham reksa dana yang anda miliki adalah 1.000 unit.

Bulan Maret, harga-harga saham mengalami penurunan, maka harga reksa dana per unit turun menjadi Rp 9.000, anda masih mempunyai 1.000 saham tetapi total nilai investasi anda sekarang menjadi Rp 9 juta.

Bulan Juni harga reksa dana per unit naik menjadi Rp. 11.000, berarti investasi anda mengalami kenaikan, dimana jumlah unit yang anda miliki tetap 1.000 unit dengan nilai invetasi total Rp. 11 juta.

Jenis Reksa Dana yang dapat anda beli?

Pada umumnya semua reksa dana mempunyai kesamaan didalam struktur, tetapi berbeda dalam tujuan. Beberapa reksa dana menekankan keamanan dan kestabilan, sementara yang lain menekankan pendapatan yang teratur, dan yang lainnya untuk pertumbuhan jangka panjang.

Oleh karena itu, hal yang penting adalah menetapkan tujuan anda sebelum memilih suatu reksa dana.

1. Reksa Dana berpendapatan tetap (Fixed Income Fund) : Bersifat lebih stabil.

Yaitu Reksa dana yang berinvestasi pada instrumen fixed income yang berkualitas baik seperti sertifikat deposito (CD), Commercial Paper (CP), dan sertifikat obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan swasta, BUMN, pemerintah, dll. Instrumen-instrumen tersebut memberikan tingkat suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan bank namun tetap bersifat konservatif. Reksa Dana berpendapatan tetap cocok untuk orang yang ingin berinvestasi jangka pendek atau yang tidak ingin mengambil resiko akan kehilangan sebagian nilai investasinya. Namun anda tidak dapat berharap akan mendapatkan keuntungan yang besar apabila anda mempertimbangkan tingkat inflasi pertahun.

2. Reksa Dana saham (Equity Fund) : bersifat lebih jangka panjang

Reksa dana saham biasanya menginvestasikan dananya pada saham-saham yang dicatatkan dibursa, yang mewakili kepemilikan didalam perusahaan. Reksa dana saham paling cocok untuk orang yang ingin berinvestasi jangka panjang, untuk beberapa tahun bahkan mungkin beberapa dekade.

Ide dibelakang reksa dana saham adalah harga-harga saham mengalami kecenderungan naik dan turun didalam jangka pendek, namun sejarah menunjukkan bahwa reksa dana saham menghasilkan keuntungan yang lebih besar dalam jangka panjang dibandingkan dengan investasi pada Fixed income. Jadi, sementara investasi anda pada reksa dana saham mengalami penurunan ataupun kenaikan nilai setiap harinya, dalam jangka panjang hasilnya akan lebih besar besar daripada anda menginvestasikannya dalam reksa dana pasar uang atau reksa dana campuran, khususnya juka diperbandingkan dengan tingkat inflasi tiap-tiap tahun.

3. Reksa dana Campuran (Balance Fund) : kombinasi dari kedua diatas

Reksa dana campuran berinvestasi baik pada instrumen fixed income jangka pendek maupun pada saham-saham perusahaan yang dicatatkan di bursa.

Reksa dana jenis ini mengoptimalkan keuntungannya melalui saham-saham dipasar modal, disisi lain sebagai penyangganya adalah melalui instrumen fixed income.

Investasi di reksa dana (khususnya saham) adalah tujuan jangka panjang.

“Waktu” sesungguhnya berpihak kepada anda, dengan asumsi bahwa manajer investasi anda berinvestasi dengan membeli saham saham dari perusahaan-perusahaan yang pertumbuhannya sangat solid, didukung oleh manajemen yang baik dan perencanaan-perencanaan bisnis yang jitu. Dengan kata lain, berinvestasi dengan benar sesungguhnya adalah bagaimana menjadi pendamping/partner dari suatu perusahaan yang baik, sambil menikmati keuntungan/laba yang dihasilkannya dari waktu kewaktu.

Investasi sesungguhnya bukan berkisar pada prediksi akan turun naiknya harga saham dalam jangka pendek. Ramalan-ramalan diseputar bursa saham, yang mungkin sering anda dengar, sesungguhnya tidak ada arti sama sekali dan hanya membuat para peramal kelihatan hebat.

Sementara itu ada sebagian orang yang beranggappan bahwa dia dapat melakukan investasi pada saat/timing yang tepat dengan cara menjual dan membeli saham-saham di Bursa sewaktu-waktu. Sebagai investor profesional yang telah berkecimpung selama kurang lebih 10 tahun, kami yakin tidak ada seorangpun, termasuk diri kami sendiri, yang dapat melakukan hal tersebut dengan sukses dan konsisten.

Jadi, pelajaran apa yang dapat ditarik dari kejadian-kejadian turun naiknya dan hiruk pikuknya bursa saham?

Lupakanlah apa yang terjadi! Ini yang pertama harus anda lakukan. Selanjutnya, cobalah baca tabel pergerakan saham-saham sekali dalam satu bulan, atau bahkan lebih baik lagi jika setahun sekali. Apabila ada yang memberitahukan anda bahwa beberapa saham harganya terperosok, seharusnya yang pertama kali terlintas dalam benak anda adalah : “Bagus ! ini saatnya untuk membeli lebih banyak lagi!”

Harus diingat bahwa berinvestasi itu bukan hal yang mudah, seringkali kita dapatkan hal-hal sebagai berikut: Beberapa kali dalam satu tahun, bursa saham mengalami penurunan atau bahkan terjerembab, dan seakan ada dorongan yang sangat kuat bagi anda untuk ikut menjual atau melepaskan saham-saham anda. Ini suatu hal yang sangat tidak dianjurkan, justru dengan menahannya anda dapat menyelamatkan uang anda!

Jadi, kapan waktu yang tepat untuk menjual? Sesungguhnya waktu yang tepat untuk menjual itu tidak pernah ada. Manajer investasi anda akan menjual saham saham atas nama anda, hanya bilamana dia mengetahui sesuatu yang sangat penting dan mendasar telah terjadi pada perusahaan bersangkutan, seperti: berhentinya manajemen yang baik di perusahaan tersebut, kegagalan dari produk yang baru diluncurkan, meningkatnya persaingan dan lain sebagainya.Para manajer investasi yang baik dan berorientasi jangka panjang tidak pernah sekalipun menjual saham karena harganya sudah terlalu tinggi, atau lebih celaka lagi karena terlalu rendah, karena kepanikan dalam menjual (panic selling) adalah suatu kesalahan. Ingatlah bahwa anda tidak boleh menjual suatu saham/reksa dana terkecuali anda mengetahui mengapa anda membeli saham/reksadana tersebut pertama kali.

Oleh karenanya, sekali anda berinvestasi di saham/reksa dana, ketidak aktifan anda justru merupakan suatu tindakan yang cerdik (intelligent behaviour).

Kesimpulannya, belilah saham/reksadana dengan menggunakan uang yang tidak anda butuhkan dalam jangka pendek, dan janganlah lupa bahwa “rentang waktu” dalam hal ini jauh lebih berarti dari “saat/timing” itu sendiri;

Dan hal yang lebih penting lagi dibandingkan dengan saham atau reksadana apa yang anda beli, adalah apa yang anda lakukan setelah anda membeli saham/reksadana tersebut.

Bagaimana Anda MEMILIH sebuah Reksa Dana?

Ada dua hal yang paling dihindari oleh para investor, yaitu: kerugian yang besar dan penyesalan. Jadi langkah pertama adalah menentukan jenis reksa dana yang sesuai dengan kebutuhan anda, jangka waktu investasi, dan cara anda dalam mengelola keuangan anda sendiri.

Anda tentu tidak ingin menyesal karena memiliki investasi yang besar namun tidak memberikan hasil yang sesuai, dan disisi lain anda tidak memiliki investasi yang terbukti memberikan hasil yang lebih baik. Semua orang ingin mendapatkan “investasi terbaik” dan beragam, dalam kaidah itulah reksa dana didirikan, yaitu untuk tujuan investasi yang berbeda beda dari para investor. Jadi langkah pertama adalah menentukan jenis reksa dana yang sesuai dengan kebutuhan anda, jangka waktu investasi, dan cara anda dalam mengelola keuangan anda sendiri.

Semua investor, baik pemula maupun yang telah berpengalaman, memulai langkah investasinya dengan tujuan yang umunya sama seperti menabung untuk masa pensiun atau untuk biaya pendidikan, mempertahankan kekayaan yang telah ada, dan mendapatkan penghasilan. Dalam hal ini anda harus menentukan tujuan investasi anda dan resiko apa yang anda inginkan.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, lebih banyak waktu dari uang yang anda miliki, maka anda sebaiknya memilih reksadana yang berpotensi lebih besar dalam jangka panjang, karena anda tidak terlalu memikirkan fluktuasi harga pada jangka pendek.

Bagaimana Anda MEMILIH sebuah PERUSAHAAN MANAGER INVESTASI?

Setelah anda memutuskan jenis dari reksadana yang sesuai dengan tujuan anda, langkah selanjutnya adalah memilih manajer investasi.


Adabeberapa hal yang perlu anda perhatikan:

1. Kepercayaan

Dapat dilandaskan kepada reputasi ataupun besarnya perusahaan tersebut, maupun siapa grup yang berada dibelakangnya.

2. Pengalaman

Dalam hal ini harus dilihat kinerja mereka dalam pengelolaan reksa dana yang sudah ada pada mereka, apakah cukup konsisten unutk rentang waktu yang lama.

Hal ini penting, karena kinerja yang baik pada suatu rentang waktu yang pendek belum tentu menggambarkan kinerjanya dalam rentang waktu yang lama.

Apakah Anda memerlukan DANA BESAR untuk membeli REKSADANA?

Tidak, anda tidak memerlukan dana yang besar. Walaupun pada umumnya reksa dana mempunyai batasan minimal untuk setiap penyertaan, namun jumlahnya relatif kecil bila diperbandingkan dengan banyaknya jenis portofolio yang ada didalam reksa dana anda. Umumnya batasan minimal untuk setiap penyertaan berkisar antara Rp. 500.000,- sampai dengan Rp. 5.000.000,-.


Bagaimana Anda MEMBELI dan MENJUAL REKSADANA?

Anda akan diminta mengisi formulir aplikasi pembelian dan mengembalikannya bersama dengan bukti pembayarannya atau bisa juga melalui transfer bank.

Setelah anda memutuskan jenis reksadana yang sesuai dengan pilihan anda, hubungi perusahaan manajer investasi yang mengelola reksa dana tersebut. Anda akan diminta mengisi formulir aplikasi pembelian dan mengembalikannya bersama dengan bukti pembayarannya atau bisa juga melalui transfer bank. Setelah segala persyaratan dipenuhi dan disetujui oleh manajer investasi maka kepemilikan anda di reksa dana tersebut menjadi efektif. Sebagai bukti kepemilikan, anda akan menerima kontrak pembelian. Demikian halnya sewaktu anda ingin menjual kembali saham reksa dana yang anda miliki, anda harus mengisi formulir penarikan dan mengembalikannya kepada perusahaan manajer investasi.

Pada umunya, dana tersebut akan anda terima dalam waktu satu minggu setelah tanggal penarikan. Transaksi pembelian atau penjualan dapat dilakukan secara harian atau mingguan tergantung ketentuan dari reksa dana masing masing.

BIAYA apa saja yang harus Anda bayar ?

Apabila anda membandingkan biaya investasi pada reksa dana dibandingkan dengan waktu yang anda perlukan untuk memilih saham atau instrumen pasar uang anda secara langsung di bursa, maka anda akan menyadari bahwa berinvestasi di reksa dana sangat ekonomis.

Pada dasarnya ada tiga macam biaya dalam reksa dana: Yang pertama adalah biaya manajemen tahunan, dimana biaya tersebut digunakan untuk mengelola reksadana. Anda tidak membayar biaya tersebut secara langsung, tetapi sudah diperhitungkan kedalam nilai reksadana tersebut. Biaya manajemen unutk reksa dana pasar uang biasanya tidak lebih dari 1% per tahun, dan untuk reksa dana saham bisa mencapai 2.5% per tahun.

Yang kedua adalah biaya penempatan/pembelian, anda harus membayarnya dimuka. Besar biaya tersebut berkisar antara 0% s/d 6% tergantung jenis dan penempatan dari masing masing reksa dana.

Yang terakhir, beberapa reksa dana memberlakukan biaya penarikan yaitu biaya yang dibebankan sewaktu anda menjual atau mencairkan investasi anda.

Apakah investasi di REKSADANA dikenakan PAJAK?

Pembelian dan penjualan kembali unit penyertaan reksa dana sejauh ini tidak dikenakan pajak.

Mengapa VISI JANGKA PANJANG penting dalam berinvestasi?

Berinvestasi dengan visi jangka panjang bukan hanya suatu hal yang penting utuk dilakukan, melainkan juga suatu pemikiran yang brilian khususnya menyangkut persiapan menghadapi masa pensiun. Hal ini berkaitan dengan apa yang dinamakan “efek berganda” dari suatu investasi.

Untuk lebih mudahnya, berikut adalah sebuah contoh:

Jika pada usia 10 tahun anda mendapat warisan sebesar Rp 5 juta, dan anda menginvestasikan-nya dengan penghasilan 20 persen per tahun, ketika anda lulus dari SLTA pada usia 18 tahun, investasi anda telah menjadi Rp 21,5 juta. Jika anda tetap menaruh uang tersebut sebagai investasi, maka ketika lulus universitas, investasi anda telah menjadi Rp 64,2 juta. Ketika anda berumur 30 tahun, investasi anda menjadi Rp 191,7 juta. Usia anda 50 tahun menjadi Rp. 7.35 milyar, demikian seterusnya sehingga ketika anda berusia 65 tahun, investasi anda telah menjadi Rp. 113.2 milyar. Luar biasa!

FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG UTAMA

1. Risiko Perubahan Kondisi Ekonomi dan Politik

Sistem ekonomi terbuka yang dianut oleh Indonesiasangat rentan terhadap perubahan ekonomi international. Perubahan kondisi perekonomian dan politik di dalam maupun di luar negeri atau peraturan khususnya di bidang Pasar Uang dan Pasar Modal merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan-perusahaan di Indonesia, termasuk perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek di Indonesia, yang secara tidak langsung akan mempengaruhi kinerja portfolio Reksadana.

2. Risiko berkurangnya Nilai Unit Penyertaan

Nilai Unit Penyertaan Reksadana dapat berfluktuasi akibat kenaikan atau penurunan Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana.

Penurunan dapat disebabkan oleh, antara lain:

Perubahan harga Efek ekuitas dan Efek lainnya.

Biaya-biaya yang dikenakan setiap kali pemodal melakukan pembelian dan penjualan.

3. Risiko Wanprestasi oleh Pihak-Pihak Terkait

Risiko ini dapat terjadi apabila rekan usaha Manajer Investasi gagal memenuhi kewajibannya. Rekan usaha dapat termasuk tetapi tidak terbatas pada emiten, pialang, bank kustodian dan agen penjual.

4. Risiko Likuiditas

Penjualan kembali (pelunasan) tergantung kepada likuiditas dari portfolio atau kemampuan dari Manajer Investasi untuk membeli kembali (melunasi) dengan menyediakan uang tunai.

5.Risiko Kehilangan Kesempatan Transaksi Investasi pada saat Pengajuan Klaim Asuransi

Dalam hal terjadinya kerusakan atau kehilangan atas surat-surat berharga dan aset Reksa Dana yang disimpan di Bank Kustodian, Bank Kustodian dilindungi oleh asuransi yang akan menanggung biaya penggantian surat-surat berharga tersebut. Selama tenggang waktu penggantian tersebut, Manajer Investasi tidak dapat melalkukan transaksi investasi atas surat-surat berharga tersebut, kehilangan kesempatan melakukan transaksi investasi ini dapat berpengaruh terhadap Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan.



Pasar modal tak akan jadi primadona

oleh : Berliana Elisabeth


JAKARTA (bisnis.com): Pasar modal Indonesia tidak akan menjadi primadona lagi seperti saat ini jika nantinya Jusuf Kalla terpilih menjadi presiden dalam pilpres pada Juli.

Menurut capres dari Partai Golkar ini, krisis ekonomi global saat ini menjadi pelajaran bahwa jika mengagungkan pasar modal dalam perekonomian suatu negara ternyata dapat menimbulkan masalah.

Hal ini karena krisis ekonomi global berawal dari masalah di pasar modal dan sektor finansial Amerika Serikat. Di mana, porsi peranan pasar modal dan sektor finansial dalam perekonomian AS mencapai 100%.

"Kalau kita, sektor finansial hanya mengambil porsi 23%, sehingga ketika terjadi krisis di dunia dari sektor ini, Indonesia masih mampu bertahan," tutur Kalla ketika berkunjung ke kantor Bisnis Indonesia siang ini.

Dia menambahkan pihaknya akan lebih realistis dalam menilai sektor mana yang akan lebih dipentingkan, yakni sektor riil.
"Namun bukan berarti pasar modal tidak penting, namun akan lebih penting pasar Tanah Abang, pasar Klewer dan pasar-pasar lainnya. Harga barangnya pun tidak bisa digoreng, kalau saham harganya bisa digoreng," kata Kalla.

Kalla menambahkan pasar modal tidak akan sejaya seperti saat ini, karena pihaknya akan lebih realistis untuk memilih prioritas. "Tidak akan ada lagi pasar modal yang menggerakkan pasar secara siluman. Kalau di pasar modal, pergerakan harga bisa terjadi secara siluman. Nah kalau di pasar riil, harga bergerak normal," tutur Kalla yang masih menjabat sebagai wapres di Kabinet Indonesia Bersatu. (tw)

Balas jasa


Dulu awal saya nge blog blog pertama yg saya buka adalah blog kang rohman......dan blog kang rohman lah yang berjasa...membuat blog aku eksis sampai saat, di sini saya mau menolong saja.....meskipun gak terlalu berarti tapi saya berniat mendukung penuh kang rohman....di kontes pemilu......

mudah mudahan ini bisa berbuat banyak
Kampanye damai pemilu indonesia 2009
Kampanye damai pemilu indonesia 2009

Kampanye damai pemilu indonesia 2009

Kampanye damai pemilu indonesia 2009

Kampanye damai pemilu indonesia 2009

Pemahaman Prosedur Ekspor Impor Terpadu




ThePark Lane Hotel,Jakarta Selatan | Thursday - Saturday | 18 - 20 Jun, 2009 |09:00-17:00 WIB | Rp. 3.750.000

Mengapa pelatihan penting untuk diikuti?

Dalam era perdagangan global sekarang ini arus barang masuk dan keluar sangatlah cepat. Untuk memperlancar urusan bisnisnya, para pengusaha dituntut untuk memiliki pengetahuan yang cukup mengenai prosedur ekspor dan impor, baik dari segi peraturan yg selalu diperbarui terutama yang berhubungnan dengan perdagangan internasional,kepabeanan, shipping maupun perbankan, yang semuanya ini saling berkaitan dan selama ini sering terjadi permasalahan dilapangan. Salah satu kunci /cara untuk bisa memanage permasalahan diatas adalah dengan mengikuti program yang kami beri tema: ” Pemahaman Prosedur Ekspor –Impor Terpadu”.

Pelatihan ini khusus diberikan, didisain dan dikembangkan bagi para eksekutif ekspor impor untuk memberikan keterampilan pemahaman yang mendalam mengenai prosedur ekspor impor secara terpadu baik dari sisi Perdagangan, Kepabeanan, Shipping dan Perbankan disertai dengan latihan (lab) yg semuanya berdasarkan peraturan – peraturan yg up to date. Di akhir pelatihan, peserta akan semakin merasakan manfaatnya mengikuti pelatihan ini, karena peserta akan diberikan latihan – latihan transaksi ekspor – impor dengan benar serta permasalahan – permasalahan yang selama ini sering dialami dilapangan.

Siapa yang harus hadir?

Workshop ekslusif ini sangat dianjurkan untuk diikuti oleh para eksekutif, supervisor, senior staf di bidang ekspor impor dari perusahaan - perusahaan yang melakukan ekspor dan/atauimpor, perusahaan pelayaran, pengusaha jasa titipan (ekspedisi), bank, lembaga pembiayaan ekspor-impor, perusahaan pengurusan jasa kepabeanan (PPJK), Perusahaan di Kawasan Berikat (PDKB) dan Pengelola Kawasan Berikat (PKB), serta konsultan bisnis.

Program Outline

1 Perdagangan Internasional

· Pengertian Perdagangan Internasional

· Pengertian Ekspor – Impor

· Persyaratan menjadi Eksportir & Importir

· Pengelompokkan Barang Ekspor & Impor

· Resiko – Resiko dalam Perdagangan Internasional

· Peraturan Internasional (UCP 600, Incoterm 2000)

2 Gambaran Umum Kepabeanan

· Daerah Pabean

· Kawasan Pabean

· Kewenangan Pabean

· Mengenal buku tarif bea masuk Indonesia (BTBMI)

· Cara mengklasifikasi barang

3 Kepabeanan di Bidang Impor

· Kedatangan Saran Pengangkut

· Pembongkaran & Penimbunan di:

1 Kawasan Pabean / TPS

1 Tempat lain

· Jenis-jenis Pemberitahuan Impor

· Mengenal PIB

· Cara Pengisian PIB

· Latihan mengisi PIB

· Pungutan Negara dalam Rangka Impor

1 Nilai Dasar Perhitungan Bea Masuk (NDPBM)

1 Surat Setoran Pabean Cukai & Pajak (SSPCP)

1 Cara perhitungan: Bea Masuk, Sukai, PPN & PPnBM, PPh Ps 22

1 Tata Cara Pembayaran BM, Cukai, PPN, PPnBM, PPh Psl 22

4 Pengeluaran Barang Impor

· Prosedur Manual

· Prosedur Disket

· Prosedur EDI

5 Penetapan Jalur & Pemeriksaan Pabean:

· Jalur Merah

· Jalur Hijau

· Jalur Prioritas

· Pemeriksaan Pabean: Pemeriksaan Dokumen & Fisik

6 Tata Kerja Penyelesaian Barang Impor dengan sistem

· EDI – Jalur Merah

· EDI – Jalur Hjau

· EDI – Jalur Prioritas

7 Kepabeanan di Biadang Ekspor

· Mengenal beberapa komoditi ekspor

· Kewenangan eksportir

· Cara menghitung dan pelunasan Pajak ekspor

· Prosedur Ekspor

· Pemeriksaan Pabean

· Penyelesaian PEB

8 Fasilitas Kepabeanan (Custom Facility)

· Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE)

· Kawasan Berikat

· Gudang Berikat

· Jalur Prioritas

· Truck-Lossing

9 Jalur Prioritas

· Pengertian

· Kemudahan / Manfaat

· Persyaratan

· Cara Pengajuan / mendapatkan Jalur Prioritas

10 Jenis Pembayaran Ekspor - Impor

· Advance Payment

· Open Account

· Consignment

· Collection

· Letter of Credit (L/C)

11 Letter of Credit (L/C)

· Definisi & Fungsi L/C

· Jenis-jenis L/C

· Tehnik mendeteksi keaslian L/C

· Pihak yang terlibat dalam L/C

· Penerbitan & Perubahan L/C

1 Pertimbangan dalam sales contract

1 Aplikasi pembukaan & Perubahan L/C

1 Latihan mengisi aplikasi pembukaan & perubahan L/C

· Memahami syarat dan kondisi L/C disertai latihan

12 Dokumen Ekspor – Impor

· Dokumen Finansial (Financial Documents)

· Shipping Documents

1 Commercial Invoice

1 Packing / Weight List

1 Marine Insurance

1 Certificate of Origin (SKA)

1 Transport Documents (B/L, AWB)

§ Fungsi B/L, AWB

§ Hal – hal yang perlu diperhatikan di dalam B/L

§ Cara Peralihan / endorsement B/L

13 Shipment (Pengapalan) & Jasa- Jasa di Pelabuhan

· Pengertian dari Shipment

· Pihak- pihak yang terlibat dalam Shipment

· Tanggung Jawab & Kewajiban pihak yg terlibat

· Ekpedisi Muatan Kapal Laut (EMKL)

· Freight Forwarder

· Perusahaan Bongkar Muat (PBM)

· Pergudangan (Warehousing)

· Lighterage

· Prosedur Penerbitan B/L

· Fungsi & Sifat B/L & AWB

· Shipping Guarantee & Telex Release

· Containerized: FCL (Full Container Load), LCL (Less than Container Load), Consolidation

· Latihan Membuat Shipping Instruction

14 Strategi Mengurangi Resiko Penggunaan L/C

· Pemeriksaan Dokumen Ekspor

· Penanganan Discrepancies

· Alternatif Penyelesaian

· Negosiasi / Pengambilalihan dokumen

· Diskonto & Rediskonto sesuai SE BI tahun 2009

15 Trade Finance Product / Banking Facility

· Commercial Credit Line: Sight, Usance, UPAS (Usance Payable At Sight), UPAM (Usance payable At Maturity)

· Post Import Loan / Trust Receipt

· Pre Shipment Finacing

· Post Shipment Financing

1 Credit Bill Negotiation – Clean

1 Credit Bill Negotiation – Discrepancy

· Warehouse Financing

· Invoice Financing

16 Pembahasan kasus - kasus yg sering terjadi dalam transaksi Ekspor - Impor.

Course Instructors

· Hartono Tri Priyatno, SE, MM. Mr
Adalah seorang praktisi di bidang Export - Import baik di perusahaan maupun di perbankan. Pengalaman Hartono sebagai trainer sangat banyak dalam memberikan materi seputar peraturan lokal maupun internasional yang berkaitan dengan transaksi Ekspor - Impor disertai dengan case - case yang sering terjadi di lapangan. Dengan latar belakang praktisi yang sangat matang sehingga menjadikan Hartono sebagai Favourite Trainer di beberapa Instansi baik di BUMN maupun Swasta.

Investasi

· Rp. 3.750.000

· + Discount 10% untuk 3 orang Peserta dari Perusahaan yang Sama

· + Discount 50% bagi Peserta ke 4 dari Satu Perusahaan yang Sama

· + Exclusive Note Book Bag

Include

· 1 Kali Makan Siang

· 2 Kali Coffee Break

· Makalah

· Sertifikat

Date
Thursday - Saturday | 18 - 20 Jun, 2009 | 09:00-17:00 WIB

Venue
The Park Lane Hotel
Jl. Casablanca Kav. 18 Kuningan, Jakarta Selatan 12870